<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HARIAN WIFI &#124; BLOG AKSES POINT DOT COM</title>
	<atom:link href="http://blog.aksespoint.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.aksespoint.com</link>
	<description>Support Yours Networkig And Wireless Fidelity!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Apr 2010 01:31:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Antenna Sectoral Waveguide 22 dBi</title>
		<link>http://blog.aksespoint.com/2010/04/12/antenna-sectoral-waveguide-22-dbi/</link>
		<comments>http://blog.aksespoint.com/2010/04/12/antenna-sectoral-waveguide-22-dbi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 01:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ro Chani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antenna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.aksespoint.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses dengan antenna sectoral waveguide 19 dBi yang mana dengan mikrotik 600mW mampu hingga jangkauan 70km dengan aplikasi Point To Multipoint, kini aksespoint dot com membuat produk baru, yaitu antenna sectoral waveguide 22 dbi.
Produk ini merupakan jawaban dari banyaknya permintaan pelanggan untuk membuat antenna yang bergain besar untuk aplikasi dan pancaran yang jauh.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sukses dengan antenna sectoral waveguide 19 dBi yang mana dengan mikrotik 600mW mampu hingga jangkauan 70km dengan aplikasi Point To Multipoint, kini aksespoint dot com membuat produk baru, yaitu antenna sectoral waveguide 22 dbi.</p>
<p>Produk ini merupakan jawaban dari banyaknya permintaan pelanggan untuk membuat antenna yang bergain besar untuk aplikasi dan pancaran yang jauh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aksespoint.com/2010/04/12/antenna-sectoral-waveguide-22-dbi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Endian Firewall</title>
		<link>http://blog.aksespoint.com/2010/03/18/endian-firewall/</link>
		<comments>http://blog.aksespoint.com/2010/03/18/endian-firewall/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 15:06:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ro Chani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Security]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.aksespoint.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Endian Firewall Community 2 adalah distro linux yang terdiri dari Firewall dan Proxy Server. Distro ini berfungsi sebagai Firewall/Proxy atau biasa juga disebut PC Gateway. Endian Firewall diinstall pada PC yang telah dilengkapi dengan adapter LAN dan WAN. ( Kalo masih bingung,.. maksudnya adalah PC yang dilengkapi minimal 2 buah Lan Card, 1 berfungsi sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-205" title="endian" src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2010/03/endian.jpg" alt="endian" width="151" height="84" />Endian Firewall Community 2 adalah distro linux yang terdiri dari Firewall dan Proxy Server. Distro ini berfungsi sebagai Firewall/Proxy atau biasa juga disebut PC Gateway. Endian Firewall diinstall pada PC yang telah dilengkapi dengan adapter LAN dan WAN. ( Kalo masih bingung,.. maksudnya adalah PC yang dilengkapi minimal 2 buah Lan Card, 1 berfungsi sebagai adapter Local Area Network (LAN) dan card yang lain berfungsi untuk koneksi Wide Area Network (WAN) yang dihubungkan dengan ADSL Modem/ Wireless LAN/ atau Jaringan eksternal lainnya yang terhubung ke Internet).<span id="more-204"></span></p>
<p><strong>Persiapan</strong></p>
<ol>
<li>Siapkan sebuah PC yang telah dipasangkan 2 buah LAN Card, dan CDROM. Spesifikasi minimum PII 300 MHz.</li>
<li>Pastikan bahwa PC ini masih berfungsi dengan baik, sebaiknya memori minimal 256 MB, meski dengan 128 MB juga sudah bisa berjalan dengan cukup bagus.</li>
<li>Pastikan juga bahwa Harddisk pada PC ini masih normal, dengan kapasitas &gt; 10 GB ( Agar bisa difungsikan sebagai web proxy dengan baik).</li>
<li>Yang terakhir jika tidak ngerti bahasa Inggris, sebaiknya siapkan kamus …. Hehehe</li>
</ol>
<p><strong>Langkah-langkah instalasi</strong></p>
<ul>
<li>Download ISO image dari <a href="http://www.endian.it/en/community/download/iso/">http://www.endian.it/en/community/download/iso/</a><br />
Bakar ISO image yang sudah di download pada sebuah CD Kosong dengan software CD burning, misalnya Nero</li>
<li>Booting dengan CD Endian Firewall yang sudah dibuat tadi. (Perhatian : Semua isi hard disk akan di kosongkan secara otomatis).Beberapa situs di internet menjelaskan bahwa kadang-kadang BIOS Komputer tidak dapat membaca CD dengan benar. Jika ini terjadi download saja <a href="http://btmgr.webframe.org/download.html#binary">Smart Boot Manager</a>, Sebuah tools kecil yang dapat melakukan booting dari CD . Setelah mendownload tools tersebut, jalankan melalui command prompt (DOS) dan gunakan untuk membuat disk boot. Masukkan Disket tersebut ke PC dan Booting dengan disk tersebut, kemudian pilih CDROM dan selanjutnya akan booting melalui CD seperti biasanya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Lanjut lagi, pada saat booting, akan muncul prompt ( Tekan saja ENTER untuk melanjutkan ke proses yang berikutnya )<br />
Pada layar selanjutnya Anda akan dihadapkan pada bererapa kotak isian, isi kotak tersebut dengan informasi yang sesuai ( jika tidak mengerti bahasa Inggris sebaiknya minta di temani oleh seseorang yang bisa menterjemahkan pertanyaan pada layar biar gak bingung ).</li>
<li>Pastikan anda mengisi IP address pada GREEN Interface dengan benar ( Green Interface adalah interface LAN yang akan digunakan sebagai koneksi lokal (LAN) )</li>
<li>Jangan lupa untuk mengisi password untuk admin WEB Gui-nya.. ( dan jangan sampai lupa password Admin-nya ).</li>
<li>Setelah mengisi semua pertanyaan (kotak isian) – PC akan restart – Instalasi Awal telah selesai !</li>
</ul>
<p><strong>mudahkan ?<br />
</strong></p>
<p><strong>Konfigurasi Dasar Endian Firewall</strong></p>
<p>Sampai disini Endian Firewall telah terinstall, namun belum dapat digunakan, kita masih harus mengkonfigurasi Endian ini melalui WEB GUI-nya. Untuk keperluan ini kita membutuhkan sebuah PC/Notebook lagi..</p>
<p>Jika Endian Firewall sudah terhubung ke jaringan (Switch), pastikan kabel jaringannya terhubung ke Adapter LAN yang telah disetting sebagai GREEN Interface. Jika belum terhubung ke jaringan (switch) sebagai alternatif kita bisa menggunakan kabel cross-over antara Endian Firewall dan PC/Notebook. Sebaiknya tes dulu hubungan antara PC/Notebook dan Endian Firewall dengan perintah ping melalui PC/Notebook tadi (Jangan lupa setting IP Address PC/Notebook agar berada satu jaringan dengan IP Endian Firewall). Jika tidak ada ping reply dari Endian Firewall, kemungkinan kabel jaringannya belum terhubung ke Green Interface, coba pindahkan kabel tersebut ke Adapter yang lain. Ulangi kembali pengujian koneksi Endian Firewall, jika tidak ada kerusakan pada kabel dan/atau Lan Adapter pada Endian Firewall seharusnya koneksi antara PC/Notebook dan Endian Firewall telah terjalin.</p>
<p>Sekarang bukalah web browser dan bukan alamat URL <a href="http://xxx.xxx.xxx.xxx/">http://xxx.xxx.xxx.xxx</a> atau <a href="https://xxx.xxx.xxx.xxx:10443/">https://xxx.xxx.xxx.xxx:10443</a>. xxx.xxx.xxx.xxx adalah IP address dari Endian Firewall ( Green interface ).</p>
<p>Saat mengakses WEB GUI Endian, Anda mungkin akan mendapatkan pesan Security Error, abaikan saja pesan ini dengan mengklik tombol OK, Login window akan muncul beberapa saat kemudian. Username default-nya adalah “admin” dan paswordnya sesuai dengan yang Anda masukkan pada saat instalasi.</p>
<p>Setelah memasukkan Username dan Password dengan benar, maka akan muncul tampilan WEB GUI Endian Firewall, klik menu <strong>Network Configuration.</strong></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-206" title="network1" src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2010/03/network1.jpg" alt="network1" width="450" height="277" /><strong></strong></p>
<p>Selanjutnya pilih jenis koneksi untuk RED Interface ( Koneksi WAN ), Klik tombol <strong>&gt;&gt;&gt;</strong> , kemudian isi konfigurasi IP Address, Gateway, dan DNS dari RED Interface, Selain RED dan GREEN Interface terdapat juga BLUE Interface ( Untuk Wireless/HotSpot) dan/atau ORANGE Interface (untuk DMZ). Interface BLUE dan ORANGE akan muncul jika Anda memasang lebih dari 2 LAN Adapter pada komputer Endian Firewall ini. Konfigurasi network ini cukup mudah, silakan mengikuti wizard yang ada sampai selesai (Baca baik-baik petunjuk yang ada pada layar monitor)</p>
<p>Setelah Network Configuration Selesai, selanjutnya adalah mengkonfigurasi Proxy agar Endian Firewall dapat berfungsi sebagai WEB Proxy. Klik <strong>menu tab Proxy</strong> yang terletak pada bagian atas.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-207" title="proxy" src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2010/03/proxy.jpg" alt="proxy" width="450" height="243" /></p>
<p>Biar tidak repot mengatur konfigurasi proxy pada web browser klien, beri tanda pada kotak Enable on Green dan Tranparant on Green. pada bagian bawah terdapat pengaturan lain seperti pembatasan waktu akses, pembatasan proxy cache, dll. Untuk memblokir situs-situs tertentu Anda bisa mengaktifkan Content Filter.</p>
<p>Untuk Instalasi dan Konfigurasi dasar saya kira cukup sekian dulu,… kalo ada tulisan saya yang salah mohon dikoreksi.. mudah-mudahan tutorial singkat ini bisa membantu.</p>
<p>Layanan dan fitur lainnya pada Endian Firewall dapat Anda atur melalui menu-menu lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aksespoint.com/2010/03/18/endian-firewall/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percepat Koneksi Internet di Windows</title>
		<link>http://blog.aksespoint.com/2009/10/09/percepat-koneksi-internet-di-windows/</link>
		<comments>http://blog.aksespoint.com/2009/10/09/percepat-koneksi-internet-di-windows/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 14:05:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ro Chani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rt-Rw Net]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.aksespoint.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Secara default, windows membatasi pemakaian bandwidth 20% saja dari total keseluruhan yang didapat, untuk merubahnya kita harus set parameter yang ada di “Limit Reservable Bandwidth”.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Klik start -&#62; run, ketik “gpedit.msc”, tekan “Enter”.
2. Pilih  Computer Configuration -&#62; Administrative Templates -&#62; Network -&#62; QoS Packet Scheduler.
3. Klik 2 kali menu “Limit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara default, windows membatasi pemakaian bandwidth 20% saja dari total keseluruhan yang didapat, untuk merubahnya kita harus set parameter yang ada di “Limit Reservable Bandwidth”.</p>
<p>Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :<br />
1. Klik start -&gt; run, ketik “gpedit.msc”, tekan “Enter”.<br />
2. Pilih  Computer Configuration -&gt; Administrative Templates -&gt; Network -&gt; QoS Packet Scheduler.<br />
3. Klik 2 kali menu “Limit Reservable Bandwidth”.<br />
4. Pada window “Limit Reservable Bandwidth Properties”, pilih “Enabled” dan set “Bandwidth Limit menjadi” “0″, klik “OK”.<br />
5. Reboot</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aksespoint.com/2009/10/09/percepat-koneksi-internet-di-windows/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Rt-Rw Net</title>
		<link>http://blog.aksespoint.com/2009/09/28/pengembangan-rt-rw-net/</link>
		<comments>http://blog.aksespoint.com/2009/09/28/pengembangan-rt-rw-net/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 01:28:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ro Chani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rt-Rw Net]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.aksespoint.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Seiring dengan menjamurnya bisnis Rt-Rw Net, nggak menutup kemungkinan dengan bisnis Warnet yang timbul dan tenggelam. Banyak sudah ISP-ISP yang gulung tikar karena nggak mampu bersaing di bisnis sebagai Penyedia Koneksi Internet. Itupun juga banyak dialami oleh para pemilik bisnis Rt-Rw net ini.
Semakin pesatnya prgram speedy telkom yang sanggup memberikan koneksi internet yang murah meriah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring dengan menjamurnya bisnis Rt-Rw Net, nggak menutup kemungkinan dengan bisnis Warnet yang timbul dan tenggelam. Banyak sudah ISP-ISP yang gulung tikar karena nggak mampu bersaing di bisnis sebagai Penyedia Koneksi Internet. Itupun juga banyak dialami oleh para pemilik bisnis Rt-Rw net ini.</p>
<p>Semakin pesatnya prgram speedy telkom yang sanggup memberikan koneksi internet yang murah meriah dan yang sudah memiliki jaringan telephone dimana-mana. Hanya berbekal modem ADSL dan splitter yang murah pelanggan telkom sudah bisa menikmati koneksi internet.</p>
<p>Hal inilah yang tidak dimiliki oleh ISP lain, maupun para pemilik Rt-Rw net. Mereka bersusah payah membangun sebuah BTS-bts yang notabene untuk investasi nggak cukup besar bagi perorangan maupun bagi sebuah organisasi kecil.</p>
<p>Untuk itu, agar bisnis Rt-Rw net kita mampu tumbuh dan berkembang dan dapat exist, ada baiknya kita kaji ulang dan harus tahu celah-celah yang tidak dimiliki ISP besar maupun program speedynya telkom.</p>
<p>Sebuah Rt-Rw net sebagai penyedia jasa koneksi harus bisa memberikan koneksi yang baik sebagaimana koneksi yang dimiliki oleh isp besar.</p>
<p>Walaupun banyak sekali pemilik Rt-Rw net menggunakan koneksi speedy, untuk disebar ulang, ada baiknya bisa memanage koneksi ini dengan baik dan seolah-olah tidak menggunakan speedy. Karena speedy sendiri program share, sehingga koneksi yang kita dapatkan juga nggak akan stabil. Kadang baik dan kadang-kadang juga ngadat.</p>
<p>Untuk itu, ada baiknya bila kita menggunakan sebuah <a href="http://www.aksespoint.com/load-balancing-c108.html">Load Balancing </a> untuk menggabungkan minimal 2 speedy menjadi satu. Hal ini sudah cukup efemtif untuk sekelas Rt-Rw net yang notabene pelanggannya blm cukup banyak. Dengan menggabungkan minimal 2 koneksi speedy, kita akan mendapatkan bandwidth hampir 2 kali lipat, modem kita juga nggak terlulau berat karena bekerja secara simultan. Lain bila kita menggunakan hanya 1 speedy saja. Disaat koneksi speedy drop, maka modem kita akan Fault dan minta direstart ulang hingga koneksi lancar lagi.</p>
<p>Setelah kita membuat sebuah load balancing, ada baiknya kita membuat sebuah proxy server maupun dns server. Hal ini untuk menghemat bandwidth yang kita punya.</p>
<p>Bandwidth management dan user-manager juga sangat diperlukan dalam mengelola bisnis Rt-Rw Net agar kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan-pelanggan kita.</p>
<p>Backup Power juga sangat perlu untuk mendukung existensi server kita agar tidak mati bilamana PLN padam.</p>
<p>Disamping itu semua, karena bisnis Rt-Rw net termasuk kategori layanan, bagaimana kita bisa memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan kita agar Rt-Rw net kita bisa bersaing dengan penyedia jasa internet yang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aksespoint.com/2009/09/28/pengembangan-rt-rw-net/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beli Antenna Sectoral Waveguide</title>
		<link>http://blog.aksespoint.com/2009/09/01/beli-antenna-sectoral-waveguide/</link>
		<comments>http://blog.aksespoint.com/2009/09/01/beli-antenna-sectoral-waveguide/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 20:52:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ro Chani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rt-Rw Net]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.aksespoint.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Semenjak kami membuat antenna sectoral waveguide pertama kali, yaitu sekitar 4 tahun yang lalu, semenjak banyak yang sukses menggunakan antenna kami, saat ini banyak bermunculan orang-orang yang meniru dan menjiplak antenna sectoral waveguide kami.
Padahal mereka belum begitu paham dan mengerti tentang antenna, bagaimana membuat antenna yang baik dengan kualitas yang teruji dan memiliki tingkat efisiensi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2009/09/sectoral_waveguide.gif" alt="sectoral_waveguide" title="sectoral_waveguide" width="90" height="143" class="alignleft size-full wp-image-196" />Semenjak kami membuat antenna sectoral waveguide pertama kali, yaitu sekitar 4 tahun yang lalu, semenjak banyak yang sukses menggunakan antenna kami, saat ini banyak bermunculan orang-orang yang meniru dan menjiplak antenna sectoral waveguide kami.<span id="more-194"></span></p>
<p>Padahal mereka belum begitu paham dan mengerti tentang antenna, bagaimana membuat antenna yang baik dengan kualitas yang teruji dan memiliki tingkat efisiensi yang sangat efektif.</p>
<p>Pemilihan <strong>bahan yang baik</strong>, <strong>kecermatan dalam pembuatan, dan bahkan uji kelayakan</strong> yang harus dipenuhi. Sebuah antenna sectoral waveguide yang baik pasti sangat memuaskan. </p>
<p>Untuk itu dalam membeli antenna sectoral waveguide yang baik harus kita teliti benar-benar, apalagi dalam kategori antenna lokal.</p>
<p>Pastikan bahwa antenna sectoral waveguide yang anda beli memiliki tebal minimal 1,5 mm. Dengan lubang-lubang slot yang lurus, dan penyambungan kotak yang benar-benar rapat. Apabila penyambungan kotak tidak benar-benar rapat maka kami pastikan akan banyak power yang hilang dan antenna kurang begitu berfungsi dengan baik.</p>
<p>Karena antenna sectoral waveguide, maupun omnislotted menggunakan system pemanpatan signal dalam sebuah tabung dan dipancarkan melalui slot-slot / lubang-lubangnya, sehingga apabila penyambungan kotak antenna kurang rapat maka hasil yang didapat kurang maksimal.</p>
<p>Disamping ketebalan bahan, penyambungan kotak yang rapat, pemilihan bahan untuk feeder juga sangat menentukan tingkat efektifitas antenna.</p>
<p><em><strong>Untuk memenuhi standard itu semua, pastikan bahwa anda, hanya membeli produk antenna wifi, baik antenna omnidirectional, array sectoral, maupun sectoral waveguide hanya di <a href="http://www.aksespoint.com">aksespoint.com</a></strong></em></p>
<p><img src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2009/09/waveguide17dbi120.gif" alt="waveguide17dbi120" title="waveguide17dbi120" width="350" height="382" class="aligncenter size-full wp-image-195" /></p>
<p>Dijamin antenna yang anda beli pasti bagus dan jangan membeli produk antenna wifi pada mereka yang asal-asalan buat hanya mencari keuntungan saja tanpa ada jaminan produk.</p>
<p><img src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2009/09/gat1724-12msw.jpg" alt="gat1724-12msw" title="gat1724-12msw" width="286" height="398" class="alignleft size-full wp-image-197" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aksespoint.com/2009/09/01/beli-antenna-sectoral-waveguide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wajan Bolic dan CPE Wifi</title>
		<link>http://blog.aksespoint.com/2009/08/14/wajan-bolic-dan-cpe-wifi/</link>
		<comments>http://blog.aksespoint.com/2009/08/14/wajan-bolic-dan-cpe-wifi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 01:41:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ro Chani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rt-Rw Net]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.aksespoint.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Hingga saat ini, wajan bolic tetap menjadi fenomenal bagi penggemar wifi dan para pemula yang berkecimpung dalam dunia wifi. Banyak orang yang mengelu-elukan dan menganggap sangat hebat bagi mereka yang bisa membuat wajanbolic.
Padahal bila kita tahu dan mengerti, bahwasannya wajanbolic merupakan pelajaran dasar dan gampang untuk membuat sebuah antenna wifi. Dari wajanbolic inilah, akhirnya kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2009/08/wajan-bolic-tampak-samping-kiri-150x150.jpg" alt="wajan-bolic-tampak-samping-kiri" title="wajan-bolic-tampak-samping-kiri" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-187" />Hingga saat ini, wajan bolic tetap menjadi fenomenal bagi penggemar wifi dan para pemula yang berkecimpung dalam dunia wifi. Banyak orang yang mengelu-elukan dan menganggap sangat hebat bagi mereka yang bisa membuat wajanbolic.</p>
<p>Padahal bila kita tahu dan mengerti, bahwasannya wajanbolic merupakan pelajaran dasar dan gampang untuk membuat sebuah antenna wifi. Dari wajanbolic inilah, akhirnya kita tahu bagaimana cara membuat antenna wifi dan bagaimana mengembangkannya sehingga menjadi sebuah perangkat yang baik, handal, dan berkualitas.<span id="more-180"></span></p>
<p>Dasar pembuatan Wajanbolic adalah sebuah usb wifi yang ditancapkan atau dipasang pada titik fokus sebuah wajan penggorengan yang banyak kita dapatkan di pasar-pasar atau di toko-toko peralatan dapur.</p>
<p>Cara ini sudah efektif, walaupun belum maksimal. Karena antenna usb hanya menggunakan 1/4 lamda (panjang gelombang) saja. </p>
<p>Pembuatan yang lebih maksimal lagi, yaitu dengan cara membuat feeder (dipole) antenna wifi yang dipasang pada titik fokus wajan penggorengan. Tentang feeder ini, anda bisa mencontoh atau meniru feeder antenna grid 24 dBi. Selanjutnya feeder ini anda sambungkan dengan usb dengan menggunakan kabel 50 ohm, misal RG316, atau RG58, atau kabel lain yang sejenis. Jadi feeder ini dijadikan sebagai pengganti antenna usb agar antenna menjadi lebih maksimal. Baik dari segi receiver (penerima), maupun dari segi transmitter (pemancar).</p>
<p>Bagi anda para pemilik Rt-Rw net, seringkali menggunakan wajanbolic untuk para user (pelanggan) agar investasi (biaya) perangkat pelanggan bisa ditekan. Dari sisi investasi memang lebih murah, hanya saja dari segi maintenance banyak kita jumpai kekurangan-kekurangan dan kendala-kendala yang kita hadapi dilapangan.</p>
<p>Hal ini disebabkan karena kita terlalu memaksakan perangkat wajanbolic ini, misal penggunaan kabel yang terlalu panjang, dll.</p>
<p>Penggunaan kabel usb yang terlalu panjang, menyebabkan sering putusnya komunikasi antara sebuah pc dengan usb wifi bahkan terkadang usb wifi tidak terdetect.</p>
<p><img src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2009/08/wajan-bolic-tampak-samping-kiri1-243x300.jpg" alt="wajan-bolic-tampak-samping-kiri1" title="wajan-bolic-tampak-samping-kiri1" width="243" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-189" /></p>
<p><strong>Kelebihan dan Kekurangan Wajan Bolic Vs Perangkat CPE:</strong><br />
<strong>Kelebihan :</strong><br />
1. Harga lebih murah (600-800rb).<br />
2. Bisa buat sendiri.</p>
<p><strong>Kekurangan :</strong><br />
1. Reflector terlalu cekung, sehingga beamwidth lebih kecil (Pointing susah utk jarak jauh).<br />
2. Kabel nggak bisa panjang (maks. 21 meter) saja.<br />
3. Perlu instalasi software pada pc, sehingga pc terasa lebih berat.<br />
4. Hanya bisa sebagai user / klien saja.<br />
5. Kurang efektif bila ingin ganti antenna.<br />
6. Koneksi usb wifi to pc sering putus bila kabel terlalu panjang.<br />
7. Power RF terbatas<br />
8. USB Wifi sering panas.</p>
<p><img src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2009/08/cpe300.jpg" alt="cpe300" title="cpe300" width="300" height="304" class="aligncenter size-full wp-image-190" /></p>
<p><strong>CPE 100mW &#8211; 1000mW</strong><br />
<strong>Kelebihan :</strong><br />
1. Harga Ekonomis Rp. 600.000 &#8211; Rp. 900.000<br />
2. Perangkat simple (Support Antenna 14 &#8211; 16 dBi)<br />
3. Beamwidth lebih besar (Pointing lebih mudah).<br />
4. Lebih leluasa, bisa ganti2 antenna, tinggal lepas dan tancapkan konektor.<br />
5. Bisa untuk akses point, user, maupun repeater (WDS).<br />
6. Kabel bisa panjang hingga 100 meter.<br />
7. Port ethernet lebih dari satu, bisa utk beberapa user.<br />
8. Bisa langsung diintegrasikan dg switch hub dll karena keluaran ethernet.<br />
9. Power RF lebih besar 100 &#8211; 1000mW.<br />
10. Akses lebih cepat, karena tanpa software yg harus diinstall di pc.<br />
11. Support POE</p>
<p><strong>Kesimpulan:</strong><br />
Dari sekian kekurangan dan kelebihan perangkat, bisa dipastikan bahwa CPE wifi llebih dan sangat unggul dibandingkan dengan Wajanbolic.<br />
Instalasi lebih mudah, perangkat pasti bisa dan maintenance lebih mudah untuk perangkat user Rt-Rw net anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aksespoint.com/2009/08/14/wajan-bolic-dan-cpe-wifi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Perusahaan Menangkan Tender WiMAX</title>
		<link>http://blog.aksespoint.com/2009/08/02/8-perusahaan-menangkan-tender-wimax/</link>
		<comments>http://blog.aksespoint.com/2009/08/02/8-perusahaan-menangkan-tender-wimax/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 02:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ro Chani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wimax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.aksespoint.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak delapan perusahaan ditetapkan sebagai pemenang seleksi penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packet switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (Wireless Broadband) atau broadband wireless access (BWA).
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Mohammad Nuh, di Jakarta, menyerahkan Keputusan Menteri Kominfo No. 237/KEP/M.KOMINFO/7/2009 tentang Penetapan Pemenang Seleksi Penyelenggaraan Jaringan Tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2009/08/wimax-150x150.jpg" alt="wimax" title="wimax" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-178" />Sebanyak delapan perusahaan ditetapkan sebagai pemenang seleksi penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packet switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (Wireless Broadband) atau broadband wireless access (BWA).<span id="more-175"></span></p>
<p>Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Mohammad Nuh, di Jakarta, menyerahkan Keputusan Menteri Kominfo No. 237/KEP/M.KOMINFO/7/2009 tentang Penetapan Pemenang Seleksi Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packet Switched Yang Menggunakan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz Untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel (Wireless Broadband). </p>
<p>Delapan perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang dan memperoleh Keputusan Menteri Kominfo tersebut adalah PT Telkom, PT Indosat Mega Media, PT Internux, PT First Media, PT Jasnita Telekomindo, PT Berca Hardayaperkasa, PT Rahajasa Media Internet an Konsorsium Wimax Indonesia, dan Konsorsium PT Comtronics Systems dan PT Adiwarta Perdania. </p>
<p>&#8220;Seleksi tender BWA ini sudah mulai berlangsung sejak 27 April 2009 yang ditandai dengan pengumuman lelang. Pada awal mulanya, peserta yang mengambil dokumen prakualifikasi adalah sebanyak 73 perusahaan, namun kemudian yang pada akhirnya mengembalikan dokumen prakualifikasi hanya sebanyak 22 perusahaan dan konsorsium,&#8221; kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot S Dewa Broto.</p>
<p>Ia mengatakan, beberapa terobosan penting yang telah dilakukan melalui tender BWA tersebut di antaranya konsolidasi industri melalui keikutsertaan konsorsium dalam tender frekuensi.</p>
<p>&#8220;Selain itu ada penyertaan industri manufaktur nasional dalam ketentuan penggunaan produk base station dan customer station dengan TKDN minimal 40% dan 30%, serta penggunaan e-auction dalam perizinan,&#8221; katanya.</p>
<p>Terkait dengan penetapan pemenang seleksi tender di setiap Zona Layanan Pita Lebar Nirkabel, Gatot mengatakan, hal itu berdasarkan peringkat harga penawaran pada lelang putaran ketiga.</p>
<p>Sedangkan, pengalokasian blok frekuensi radio di setiap Zona Layanan Pita Lebar Nirkabel kepada setiap Pemenang Seleksi dilaksanakan berdasarkan usulan dari pemenang seleksi dengan mengutamakan usulan dari Pemenang Seleksi peringkat pertama daripada usulan Pemenang Seleksi peringkat kedua.</p>
<p>&#8220;Pengalokasian blok frekuensi radio, ketentuan penggunaan blok frekuensi radio, serta mekanisme pembayaran biaya izin awal (Up Front Fee) dan biaya Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio (IPSFR) tahunan ditetapkan dengan Keputusan Menteri tersendiri,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam ketentuannya, pemenang seleksi itu diwajibkan untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan (Performance bond) kepada Menteri Komunikasi dan Informatika paling lambat 8 September 2009.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aksespoint.com/2009/08/02/8-perusahaan-menangkan-tender-wimax/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antenna Wifi 2,4 GHz Multi Sectoral Waveguide</title>
		<link>http://blog.aksespoint.com/2009/07/25/antenna-wifi-24-ghz-multi-sectoral-waveguide/</link>
		<comments>http://blog.aksespoint.com/2009/07/25/antenna-wifi-24-ghz-multi-sectoral-waveguide/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 01:38:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ro Chani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antenna]]></category>
		<category><![CDATA[2]]></category>
		<category><![CDATA[4 ghz]]></category>
		<category><![CDATA[sectoral]]></category>
		<category><![CDATA[waveguide]]></category>
		<category><![CDATA[Wifi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.aksespoint.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Antenna Multi Sectoral Waveguide ini merupakan generasi terbaru dari antenna sectoral waveguide biasa. Memiliki 2 (dua) buah feeder yang bisa digunakan secara bersamaan. Dua buah feeder ini didesain untuk saling menguatkan signal. Sehingga signal yang dipancarkan maupun signal yang diterima bisa lebih kuat dan lebih bagus.
Karena memiliki dua buah feeder, antenna ini sangat cocok digunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2009/07/gat-1724swm_s-150x150.gif" alt="gat-1724swm_s" title="gat-1724swm_s" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-170" />Antenna Multi Sectoral Waveguide ini merupakan generasi terbaru dari antenna sectoral waveguide biasa. Memiliki 2 (dua) buah feeder yang bisa digunakan secara bersamaan. Dua buah feeder ini didesain untuk saling menguatkan signal. Sehingga signal yang dipancarkan maupun signal yang diterima bisa lebih kuat dan lebih bagus.<span id="more-169"></span></p>
<p>Karena memiliki dua buah feeder, antenna ini sangat cocok digunakan untuk wireless type N yang biasanya memiliki dua buah port antenna, seperti minipci r52n pada mikrotik maupun wireless lain yang bertype N.</p>
<p><img src="http://blog.aksespoint.com/wp-content/uploads/2009/07/gat-1724sw.gif" alt="gat-1724sw" title="gat-1724sw" width="358" height="569" class="aligncenter size-full wp-image-171" /></p>
<p>Dua feeder ini juga bisa digunakan secara bersamaan untuk jenis wireless dengan channel / frekwensi yang beda, tanpa mengurangi performa dan kualitas signal yang dipancarkan maupun yang diterima.</p>
<p>Antenna ini bisa anda dapatkan di:<br />
<a href="http://www.aksespoint.com/multi-sect-waveguide-c122.html">www.aksespoint.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aksespoint.com/2009/07/25/antenna-wifi-24-ghz-multi-sectoral-waveguide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install Ubuntu Server 64 bit dengan Zimbra</title>
		<link>http://blog.aksespoint.com/2009/07/21/install-ubuntu-server-64-bit-dengan-zimbra/</link>
		<comments>http://blog.aksespoint.com/2009/07/21/install-ubuntu-server-64-bit-dengan-zimbra/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 02:41:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ro Chani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rt-Rw Net]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[web mail]]></category>
		<category><![CDATA[zimbra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.aksespoint.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini koneksi Internet di kantor saya akan segera diupgrade menjadi dedicated 512 kbps. Sehubungan dengan hal tersebut maka rencananya akan diinstall sebuah aplikasi webmail di server Linux yang tidak hanya sebagai email dan webmail namun bisa berfungsi sebagai “Microsoft Exchage”nya versi Linux yang mempunyai fungsi mail server yang dikolaborasi dengan kontak, penjadwalan, kalender, manajemen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini koneksi Internet di kantor saya akan segera diupgrade menjadi dedicated 512 kbps. Sehubungan dengan hal tersebut maka rencananya akan diinstall sebuah aplikasi webmail di server Linux yang tidak hanya sebagai email dan webmail namun bisa berfungsi sebagai “Microsoft Exchage”nya versi Linux yang mempunyai fungsi mail server yang dikolaborasi dengan kontak, penjadwalan, kalender, manajemen dokumen dan lain sebagainya.<span id="more-165"></span></p>
<p>Aplikasi tersebut adalah Zimbra.  Namun sebelum Zimbra tersebut diinstall maka terlebih dahulu harus disiapkan server yang handal baik hardware maupun Operating Systemnya. OS yang akan digunakan adalah GNU/Linux dan Distro yang akan digunakan untuk keperluan instalasi Zimbra ini adalah Ubuntu Server 8.04 64 bit.</p>
<p>Dan berikut langkah Instalasi Ubuntu Server 8.04<br />
Install Ubuntu</p>
<p>Berikut langkah untuk Install ubuntu Server 8.04 64 bit<br />
Download iso Ubuntu Server 8.04_64 dari server ubuntu di sini.<br />
Lalu Burn iso Ubuntu ke CD<br />
Install ubuntuk di server :<br />
Pada saat prompt boot pertama kali maka akan ditanya jenis bahasa yang akan digunakan. Pilih English.<br />
Setelah itu pada proses berikutnya akan ditanya jenis layout keyboard, maka pilih US keyboard sebagai pilihan standar.<br />
Program Iinstaller selanjutkan akan mencari jenis hardware yang digunakan lalu mengkonfigurasi hardware tersebut. selanjutnya system akan mengkonfigure seting network menggunakan DHCP. Karena Server menggunakan IP Statik maka isi parameter dengan IP yang sudah disediakan sbb :<br />
Ip Address : 10.10.10.1<br />
Netmask : 255.255.255.0<br />
Gateway : 10.10.10.254<br />
Dns Server : 10.10.10.1<br />
Selanjutanya installer akan menanyakan system hostname dan Time Zone. Isi hostname dengan zimbra.glsship.com dan Time Zone dengan +7 Jakarta, Bangkok<br />
Selanjutnya diminta untuk memilih beberpa option untuk mengkonfigurasi layout Harddisk. Pilih auto agar system mengkonfigure secara otomatis.<br />
Selanjutnya Installer akan memformat Hard Disk dan melakukan proses Instalasi.<br />
Setelah proses instalasi selanjutnya akan ditanyakan setup untuk user baru, user/account ini sudah mempunyai akses ke root dengan menggunakan utilitas sudo.<br />
Selanjutnya akan muncul task option untuk menginstall atau tidak menginstall beberapa aplikasi. Untuk task secara detail bisa dilihat di  the section called “Package Tasks”.<br />
Terakhir sebelum proses rebooting adalah menset clock ke UTC.<br />
done<br />
Package Tasks</p>
<p>Selama proses Instalasi Ubuntu Server Edition ada beberapa option untuk menginstall atau tidak menginstall beberapa paket opsional/tambahan dari CD. Paket tersebut adalah sbb:</p>
<p>DNS server: Pilih BIND DNS server dan dokumennya untuk menginstall DNS Server.<br />
LAMP server: Pilih paket sudah jadi satu Linux/Apache/MySQL/PHP server untuk menjalankan apache, php dan mysql server.<br />
Mail server: Task ini untuk memilih beberapa paket umum yang berguna untuk membangun sistem mail server.<br />
OpenSSH server: Pilihan paket yang berguna untuk OpenSSH server.<br />
PostgreSQL database: Pilihan task ini untuk menginstall paket client dan server PostgreSQL database.<br />
Print server: Task ini untuk mensetup printer server.<br />
Samba File server: Task ini untuk mensetup system sebagai Samba file server, yang mana bisa digunakan untuk sharing file sistem dalam suatu network antara Windows dan Linux.</p>
<p>Untuk instalasi paket yang mutakhir (untuk yang sudah mahir) bisa menggunakan utility tasksel. Salah satu fitur yang penting yang membedakan anatara Ubuntu (or Debian) dengan distribusi GNU/Linux yang lainnya. Dimana setelah paket diinstall juga akan dikonfigurasi secara default, biasanya akan muncul prompt yang memberikan informasi tambahan. Misalnya ketika paket diinstall maka paket tidak hanya diinstall tapi dikonfigure untuk memastikan service telah terinstall dan terintegrasi secara penuh.</p>
<p>Setelah proses instalasi selesai selanjutnya kita dapat melihat daftar task yang tersedia dengan mengetikkan perintah tersebut di terminal prompt:</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aksespoint.com/2009/07/21/install-ubuntu-server-64-bit-dengan-zimbra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transparent Proxy Squid di Ubuntu</title>
		<link>http://blog.aksespoint.com/2009/07/21/transparent-proxy-squid-di-ubuntu/</link>
		<comments>http://blog.aksespoint.com/2009/07/21/transparent-proxy-squid-di-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 01:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ro Chani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rt-Rw Net]]></category>
		<category><![CDATA[proxy]]></category>
		<category><![CDATA[squid]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.aksespoint.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Step by step..ikutin ajah…
Pertama-tama install terlebih dahulu squid melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :
# apt-get install squid
Setelah selesai maka Squid langsung dapat di konfigurasikan dengan cara :
# vi /etc/squid/squid.conf
Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default :
# cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.bak
Baru kemudian kita mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Step by step..ikutin ajah…<br />
Pertama-tama install terlebih dahulu squid melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :<span id="more-162"></span><br />
# apt-get install squid<br />
Setelah selesai maka Squid langsung dapat di konfigurasikan dengan cara :<br />
# vi /etc/squid/squid.conf<br />
Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default :<br />
# cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.bak<br />
Baru kemudian kita mulai bermain-main dengan konfigurasi script Squid :<br />
# vi /etc/squid/squid.conf</p>
<p>Maka akan muncul file konfigurasi squid yang sangat panjang, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan….<br />
HTTP Port : Merupakan port yang digunakan untuk menjalankan Squid<br />
http_port 3128<br />
Visible Host Name : Agar jika terjadi error Squid dapat menemukan hostname yang valid<br />
visible_hostname davidnakoko.com<br />
Cache Manager : Untuk mendefinisikan email address dari Cache Manager Squid<br />
cache_mgr davidnakoko@gmail.com<br />
Direktori Cache Squid : Mendefinisikan letak direktori squid beserta besarannya.<br />
Angka 500 menunjukkan ukuran direktori dalam MB<br />
Angka 16 menunjukkan jumlah sub direktori tingkat 1<br />
Angka 256 menunjukkan jumlah subdirektori tingkat 2 dari subdirektori tingkat 1<br />
Jumlah diatas makin besar makin baik<br />
cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256<br />
Filtering : Ini merupakan bagian terpenting dari Squid, dengan ini kita bisa mngatur rule-rule, dari mulai siapa saja yang bisa mengakses internet sampai website apa yang diizinkan untuk di akses.Access List : Siapa saja yang dapat mengakses Internet<br />
perintah : acl user src 192.168.1.1/255.255.255.255<br />
acl : merupakan perintah access list<br />
user : nama user yang memiliki IP atau group<br />
src : merupakan source ip yang digunakan, bisa menggunakan range jika ingin membuat group<br />
ex : acl group-it src 192.168.1.1-192.168.1.12/255.255.255.255<br />
Filtering Waktu : Memberikan izin akses berdasarkan waktu dan hari<br />
perintah : acl waktu-akses time MTWHFA 08:00-16:00<br />
acl : perintah access list<br />
waktu-akses : caption untuk perintah acl<br />
time : perintah squid utk mendefinisikan waktu<br />
MTWHFA : merupakan perintah squid untuk mendefinisikan waktu<br />
M : Monday, T : Tuesday, etc…..<br />
08:00-16:00 : Merupakan waktu yang diperbolehkan untuk memberikan akses internet ke penggunaFiltering Website : Memfilter website apa saja yang tidak boleh diakses oleh pengguna.<br />
Sebelumnya harus dibuat dulu suatu dokumen yang berisikan list-list url yang akan diblock.<br />
misal :<br />
# vi /etc/squid/pornourl.txt<br />
kemudian isikan dengan :<br />
www.worldsex.com<br />
www.17tahun.com<br />
dllLalu berikan perintah squid pada file Squid.conf dengan perintah :<br />
acl blokporno dstdomain “/etc/squid/pornourl.txt”Filtering Keyword : Memfilter keyword yang dimasukkan oleh para pengguna, misalkan pengguna memasukkan kata ’sex’ di google maka Squid akan membloknya.Sebelum menambahkan perintah di Squid.conf, anda harus membuat file yang berisikan keyword-keyword yang akan diblok dengan perintah :<br />
# vi /etc/squid/keywordblock.txt </p>
<p>Lalu isi dengan kata-kata yang akan di blok :<br />
ex : sex<br />
porn<br />
fuck<br />
dll….</p>
<p>Dan berikan perintah di Squid.conf dengan perintah :</p>
<p>acl keywordblok url_regex -i “/etc/squid/keywordblock.txt”</p>
<p>Perintah-perintah filter tersebut sudah cukup untuk membuat Squid Server sederhana, langkah berikut adalah memberikan hak akses pada aturan-aturan yang telah dibuat sebelumnya. Di Squid perintahnya dinamakan http_access. Perintahnya adalah sebagai berikut :</p>
<p>http_access deny blokporno # mendeny semua url yang terdapat pada acl blokporno<br />
http_access deny keywordblock # men-deny keyword yang ada pada acl keywordblock<br />
http_access waktu-akses it_user # Memperbolehkan acl waktu-akses pada acl user micokelana<br />
http_access deny all # Men-deny semua user yang tidak terdaftar pada squid.conf</p>
<p>http_reply_access allow all #default<br />
icp_access allow all #default</p>
<p>Kemudian jangan lupa men-save file konfigurasi squid.conf yang telah kita edit dengan menggunakan perintah :<br />
:wq #w : menyimpan q: keluar (Perintah vi)</p>
<p>Lalu pada command terminal anda ketikan perintah ;<br />
# squid -z</p>
<p>Fungsi : untuk membuat direktori cache yang telah kita buat pada perintah squid.<br />
Transparent Proxy<br />
Merupakan suatu teknik agar Squid Proxy menjadi transparent atau tidak terlihat, maksudnya jika biasanya kita memasukkan alamat proxy pada setiap browser (firefox, etc..), jika transparent proxy diterapkan maka pada browser tidak akan kelihatan kita memasukkan alamat proxy kita.Sebelum memasukkan perintah transparent proxy pada squid, maka kita harus melakukan perintah iptable agar dapat meredirect port yang ada pada komputer client. Maksudnya jika squid kita set pada port 3128, maka permintaan client yang umumnya internet itu berada pada port 80 maka kita harus meredirect port 80 dari client tersebut ke port proxy kita yang berada pada port 3128.IP Forwarding, agar transparent proxy dapat diterapkan, maka kita harus mengaktifkan Ip Forwarding dengan memberikan nilai 1 pada file “/proc/sys/net/ipv4/ip_forward” dengan cara :<br />
# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward<br />
Tetapi perintah tersebut harus kita jalankan auto startup, agar jika komputer squid mati kita tidak perlu repot2 menjalankan perintah tersebut secara terus menerus. Tutorial yang ditulis oleh M Furqon T, dapat kita jadikan pedoman untuk melakukan hal ini.Berikutnya kita harus menjalankan ip_tables agar client dapat meredirect port squid server kita dengan perintah :<br />
# iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 3128<br />
Kemudian restart proxy dengan perintah :<br />
# squid -k reconfigure</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.aksespoint.com/2009/07/21/transparent-proxy-squid-di-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

