Sekilas Tentang MikroTik
Thursday, July 9, 2009 14:28
MikroTik didirikan tahun 1995 bertujuan mengembangkan ISP dengan wireless. MikroTik berlokasi di Riga, ibukota Latvia. MikroTik juga menjalankan sebuah ISP kecil, sebagai media percobaan untuk pengembangan routerOS software. MikroTik saat ini telah mendukung sistem ISP dengan wireless untuk jalur data internet di banyak negara, antara lian Iraq, Kosovo, Sri Langka, Ghana Negara-negara Eropa, Amerika dan Indonesia yang sekarang sedang booming memakai MikroTik RouterOS® serta banyak negara lainnya.
MikroTik RouterOS® mempunyai media antar muka dan sistem routing dengan menggunakan komputer standart untuk hardware. Perangkat lunak ini mendukung berbagai aplikasi ISP, mulai dari RADIUS modem pool, hingga sirkuit backbone dengan DS3.
Disamping software router operating system, MikroTik juga mengembangkan hardware dengan sepesifikasi dan karakteristik unik serta mempunyai kemampuan handal sebagai Mesin Router. Dengan dipasarkannya MikroTik Routerboard™ dalam berbagai seri memudahkan kita untuk memilih produk sesuai dengan kebutuhan. Flexibilitas ini salah satu faktor yang menjadikan MikroTik Routerboard™ booming dan menjadi pilihan ekonomis dengan kualitas prima, disamping banyak keunggulan-keunggulan lainnya. kita akan bahas dan teliti MikroTik ini, baik sepesifikasi, karakteristik maupun kemampuan MikroTik, baik software MikroTikOS® maupun hardware MikroTik Routerboard™.
Hardware MikroTik
I. Routerboard

Gambar diatas adalah Routerboard 153, 112, 150, 133c dan 133
Masing-masing memiliki karakter dan sepesifikasi yang unik, namun kompatibel dan improvable sehingga dapat kita customize sesuai kebutuhan lapangan. Routerboard dikembangkan terus sehingga produk generasi berikutnya susul-menyusul diluncurkan untuk menjawab berbagai kekurangan dan kendala pada saat aplikasi di lapangan.

Gambar diatas adalah pengembangan dan penyempurnaan dari RB 100 series, dengan kompatibility dan spesifikasi teknis lebih ditingkatkan, sehingga lebih baik lagi dalam kinerja, lebih awet dan bandel dari pengaruh suhu, kelembaban udara dan ketidakstabilan sumber arus listrik.
II. Mini PCI

Gambar diatas adalah beberapa contoh interface yang kompatibel dengan MikroTik Routerboard, Mini PCI wireless adalah radio interface tranceiver, dengan spesifikasi standard internasional, memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula disesuaikan dengan kebutuhan.
III. Antenna

MikroTik kompatibel dengan hampir semua jenis antenna Wi-Fi a/b/g, baik produk MikroTik maupun produsen lainnya. Dengan pemilihan kanal frekuensi dan polarisasi yang tepat, kombinasi power output dan kepekaan sinyal dapat diatur sesuai kebutuhan. Untuk perangkat pendukung seperti lightning arrester, Power Supplay Adaptor, Pigtail jumper dan POE juga sudah diperhitungkan dan MikroTik support untuk itu. Bahkan Routerboard memiliki proteksi yang cukup baik untuk masalah overvoltage, ketidaksesuaian power output signal (dalam MikroTik disebut poweroutage), identifikasi frekuensi, dll.
Supporting Equipments

Software MikroTik
MikroTik RouterOS : WinBox, Graphic User Interface MikroTik RouterOs
MikroTik RouterOS adalah sistem operasi untuk Router dari MikrTik berbasis pada Linux Software Programme. Pada saat sekarang, WinBox telah ditampilkan secara graphical, sehingga User dengan mudah efektif dan efisien. Memperkecil kesalahan pada waktu setup konfigurasi, mudah dipahami dan customable sesuai yang kita inginkan. Fitur-fitur MikroTik RouterOS cukup banyak, bahkan lebih lengkap dibanding RouterOS yang lain, dan sangat membantu kita dalam berimprovisasi untuk mencari solusi dari kendala yang sering kita jumpai di lapangan. Berikut overview tentang karakter dan kemampuan MikroTik RouterOS, di antaranya :
Penanganan Protocol TCP/IP :
- Firewall dan NAT – paket filtering yang stabil; filtering Peer to Peer protocol; source and destination NAT; diklasifikasikan oleh source MAC, IP address, port, protocols, pilihan protocol, interfaces, internal marks, content, matching/penyesuaian frequency
- Routing – Static routing; multi-path routing yang efisien; Policy based routing (routing yang bisa diset diklasifikasikan oleh source dan destination addresses dan/atau oleh firewall mark); RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4
- Data Rate Management – peer IP / protocol / subnet / port / firewall mark; HTB, PCQ, RED, SFQ, byte limited queue, paket limited queue; pembatasan hirarkis/berjenjang, CIR, MIR, rasio content, dynamic client rate equalizing (PCQ)
- HotSpot – HotSpot Gateway dengan RADIUS authentication/accounting; pembatasan data rate; quota traffic; informasi status real-tiime; walled-garden; HTML login pages customized; mendukung iPass; SSL secure authentication
- Point-to-Point tunneling protocols – PPTP, PPPoE and L2TP Access Concentrators and clients; PAP; CHAP, MSCHAPv1 and MSCAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; MPPE encryption; compression for PPPoE; data rate limitation; PPPoE dial on demand
- Simple tunnels – IPIP tunnels, EoIP (Ethernet over IP)
- IPsec – IP security AH and ESP protocols; Diffie-Hellman groups 1,2,5; MD5 and SHA1 hashing algorithms; DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256 encryption algorithms; Perfect Forwading Secresy (PFS) groups 1,2,5
- Web Proxy – FTP, HTTP and HTTPS caching proxy server; transparent HTTP caching proxy; medukung SOCKS protocols; mendukung caching di drive terpisah; access control lists; caching lists; parent proxy support
- Caching DNS client – dengan nama disesuaikan untuk pemakaian lokal; Dynamic DNS Client; local DNS cache with static entries
- DHCP – DHCP server per interface; DHCP relay; DHCP client; multiple DHCP networks; static and dynamic DHCP leases
- Universal Client – Transparent address translation tidak tergantung set-up klien
- VRRP – VRRP protocol untuk penggunaan tinggi
- UPnP – mendukung Universal Plug-and-Play
- NTP – Network Time Protocol server dan klien; sinkronisasi dengan GPS
- Monitoring/Accounting – IP traffic accounting, firewall actions logging
- SNMP – read-only access
- M3P – MikroTik Packet Packer Protocol for Wireless links and Ethernet
- MNDP – MikroTik Neighbor Discovery Protocol; juga mendukung Cisco Discovery Protocol (CDP)
- Tools – ping; traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer
Layer 2 konektivitas
- Wireless – IEEE802.11a/b/g wireless client and Access Point; Wireless Distribution System (WDS) support; virtual AP; 40 and 104 bit WEP; access control list; authentication on RADIUS server; roaming (for wireless client); Access Point bridging
- Bridge – spanning tree protocol; multiple bridge interfaces; bridge firewalling
- VLAN – IEEE802.1q Virtual LAN support on Ethernet and WLAN links; multiple VLANs; VLAN bridging
- Synchronous – V.35, V.24, E1/T1, X.21, DS3 (T3) media types; sync-PPP, Cisco HDLC, Frame Relay line protocols; ANSI-617d (ANDI or annex D) and Q933a (CCITT or annex A) Frame Relay LMI types
- Asynchronous – serial PPP dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; 128K bundle support; Cisco HDLC, x75i, x75ui, x75bui line protocols; dial on demand
- SDSL – Single-line DSL support; line termination and network termination modes



Dody Andrie says:
September 18th, 2009 at 12:09 am
Bos mau tanya niy..??Internet kantor ane 2 Mbps speedy..internetan lewat wifi di jarak 100 m kok bisa jadi 1 mbps (Pake netbook)..klo lwat komputer via WIFI dengan jarak 5 km (kator ane jauhnya dari kantor pusat dimana tempat berada server) sama pake LAN (langsung dikantor tempat server berada) bisa 2 mbps ya??
Yang mau ane tanya..
A. apa bisa wifi yang di sekitar kantor pusat (tempat mes ane berada sekitar 100 m dari
Hotspot pusat) di batesin bandwidth nya (jadi 1 Mbps)..sedangkan kantor cabang tempat
ane yang jaraknya jauh sekitar 5 km dari kantor pusat tempat server berada
pada saat dan waktu yang sama tetap normal (tidak dibatasi 2 mbps)..
B. Bagaimana cara mengatasi pembatasan itu sehingga ane bisa internetan di mes/kos ane
dengan bandwith full (2 Mbps)
Tolong ya Bos dijawab..Padahal ane butuh bekerja dengan bandwidth besar..
Ro Chani says:
September 26th, 2009 at 12:55 am
Sebenarnya bandwidth dari kantor tidak dibatasi. Hanya saja koneksi wifi kantor ke netbook bapak signal / link quality kurang bagus, sehingga bapak hanya bisa dapat 1 mbps.
Solusinya yaitu bapak menggunakan perangkat bantu, misal gunakan perangkat wifi ditaruh diatas atau gunakan perangkat wifi cpe, sehingga link quality bagus dan bapak dapat koneksi bandwidth menjadi 2 mbps.
Perangkat wifi cpe bisa bapak dapatkan di : http://www.aksespoint.com/cpe-c78.html
Dody Andrie says:
September 28th, 2009 at 8:18 am
Sebelumnya ga ada masalah nh mas..udah 2 bulan ga ada masalah..cuma 2 minggu terakhir itu jadi berkurang sampai hari ini..kyknya pake mikrotik gitu deh..soalnya IT nya(orang yang saya anggap membatasi bandwidth) pernah nyinggung2 soal iitu..
Ro Chani says:
September 30th, 2009 at 3:40 pm
Mikrotik memang ada fasilitas User manager dan bandwidth management pak. Jadi bisa jadi punya bapak ikut dilimit bandwidthnya.
Dody Andrie says:
October 14th, 2009 at 9:47 pm
Oke tengkyu pak..
Omadata Surabaya Data Center says:
October 20th, 2009 at 9:07 am
cool sharingnya, kami juga lagi mempelajari utk implementasi dgn banyak mikrotik. ini sgt membantu
JEREMIAH says:
September 8th, 2010 at 2:41 am
Buy:Zithromax.Cialis.Cialis Super Active+.Viagra Soft Tabs.Tramadol.Propecia.Viagra Super Force.Super Active ED Pack.Viagra Super Active+.Cialis Professional.Maxaman.Cialis Soft Tabs.Viagra Professional.VPXL.Viagra.Levitra.Soma….
CAR says:
September 15th, 2010 at 10:08 am
STROLLER http://s7o.wnn.ii88.co : SEAT…
STROLLER…